KalduSup, adalah menu makanan yang biasanya wajib ada saat musim dingin atau musim hujan tiba. Namun dikalangan masyarakat Indonesia sendiri, makan sup bisa kapan saja karena kuliner sup di Indonesia juga sangat beragam.

Kuah kaldu yang memiliki cita rasa gurit, lezat dan disantap dalam kondisi hangat memang sangat cocok sekali untuk dinikmati dikala hujan.

Setiap daerah memiliki jenis sup-nya masing-masing, apalagi berbeda Negara, pastinya banyak sekali jenis sup yang belum kita tahu. Namun, walaupun jenis sup sangat beragam dan selalu berkembang, sebenarnya kaldu yang digunakan hanya ada beberapa jenis saja, lho.

Berikut adalah 4 jenis kaldu yang sering jadi kuah yang gurih di dalam racikan sup.

  1. Kaldu Sayuran

Kaldu yang pertama adalah kaldu sayuran. Kaldu ini ini kerapkali menjadi solusi untuk yang sedang diet atau seorang vegetarian. Sayuran sangat baik sekali untuk dijadikan sebagai bahan kaldu.

Banyak sekali jenis sayuran yang bisa dijadikan kalu, antara lain daun seledri, wortel, kentang, paprika dan campuran berbagai sayuran lain. Justru karena diracik dari rebusan sayur, kaldu sayuran memiliki rasa yang kuat dan gurih seperti kaldu hewan.

Jadi, tidak salah jika kaldu sayuran cocok untuk diet dan vegetarian, karena kita masih  bisa merasakan citarasa daging tanpa harus menggunakan kaldu hewan.

  1. Kaldu Ikan

kaldu ikan

Kaldu yang satu ini, terbuat murni dari rebusan tulang ikan. tentunya sangat cocok untuk campuran sup seafood atau sup ikan. karena tidak banyak kandungan lemak dalam tulang ikan, menjadikan warna kaldu ikan bening dan bersih. Namun, tetap saja memiliki aroma yang kuat dan citarasa gurih dan lezat layaknya ikan pada umumnya.

Tidak perlu waktu yang lama untuk proses perebusan tulang ikan menjadi kaldu. Hanya butuh waktu 45 menit saja kaldu ikan sudah bisa dicampur kedalam aneka sup yang sesuai.

Di Eropa, ada satu pengolahan makanan yang disebut fumet. Fumet adalah kaldu ikan yang diolah dan diambah dengan campuran white whine, yang membuat aroma kaldu ikan semakin mantap dan bercitarasa elegan.

  1. Kaldu Cokelat

kaldu coklat

Brown stock, atau kaldu cokelat sesuai namanya memiliki warna coklat gelap. Warna ini dihasilkan dari rebusan daging sapi yang telah lebih dulu melalui proses pembakaran. Bagian sapi yang baik digunakan untuk kaldu ini adalah bagian kaki sapi atau shank.

Namun sebelum direbus, harus dibakar dulu agar lemak sapi keluar dan wananya berubah kecoklatan. Lalu barulah direbus hingga menjadi kaldu, dan membutuhkan waktu kurang lebih 8 hingga 12 jam.

Kaldu cokelat memiliki citarasa yang juga sangat kuat, sup yang dihasilkan dari kaldu ini akan bercitarasa gosong atau smookey. Namun kebanyakan para koki menggunakan kaldu ini untuk bahan baku pembuatan saus.

  1. Kaldu Putih

kaldu putih

White Stock alias kaldu putih juga termasuk jenis kaldu hewan. Kaldu putih terbuat dari rebusan daging sapi atau ayam. Tulang direbus dalam air hingga sampai keluar sari patinya, yang membuat rasanya demikian gurih dan lezat.

Kaldu putih memiliki warna yang agak kuning dan bening sekali. Citarasa dari kaldu ini tidaklah begitu kuat, terhitung ringan untuk campuran sup yang sesuai porsinya. Orang biasanya menggunakan kaldu ini untuk menciptakan sup yang lezat, ringan, dan berwarna bersih dan bening.

Bagi pecinta kuliner dan yang doyan makan, sup adalah makanan terbaik yang praktis dan ringan dikonsumsi bahkan di kondisi kesehatan yang sedang tidak sehat. Jadi, tinggal pilih kaldu yang sesuai dengan sup yang akan Anda masak. Selamat mencoba (*)