Untuk mengurangi risiko kanker hati, mengonsumsi whole grain atau biji-bijian utuh adalah kunci.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Hal ini berlaku juga bagi kanker hati.

Penyakit ini tak selamanya berawal dari hati. Kanker hati bisa saja dimulai dari organ lain dalam tubuh seperti usus, paru-paru, atau payudara dan kemudian menyebar ke hati.

Untuk mengurangi risiko kanker ini, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah lebih banyak makan biji-bijian. Menurut studi baru dalam JAMA Oncology, pola makan sarat biji-bijian bisa mengurangi risiko kanker hati hingga hampir 40 persen.

Penelitian ini mengamati lebih dari 125 ribu pasien selama rata-rata 24 tahun, yang terdiri dari 77.241 perempuan dan 48.214 laki-laki di Amerika Serikat. Ditemukan bahwa peningkatan asupan biji-bijian mengurangi risiko pengembangan bentuk kanker hati.

Selama penelitian, perhitungan pada faktor lain juga dilakukan. Seperti usia, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, diabetes tipe 2, konsumsi alkohol dan penggunaan aspirin.

Pasien yang mengonsumsi biji-bijian dalam jumlah besar memiliki risiko 37 persen lebih rendah terkena hepatocellular carcinoma (HCC) yaitu bentuk utama kanker hati, dibandingkan dengan pasien yang makan lebih sedikit biji-bijian.

“Konsumsi biji-bijian dan serat makanan, terutama serat sereal, telah dikaitkan dengan rendahnya risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit hati berlemak nonalkohol, yang dikenal sebagai faktor predisposisi (kanker hati),” kata Xuehong Zhang, associate epidemiologist di Brigham & Women’s Hospital.

Penelitian ini juga mengatakan, mengonsumsi biji-bijian tingkat tinggi ke dalam makanan sehari-hari dapat menghindari resistansi insulin, hiperinsulinemia, dan peradangan.

Apa yang dimaksud dengan bij-bijian utuh?

Biji-bijian utuh atauwhole grain, adalah biji-bijian yang belum mengalami proses pengolahan atau penggilingan. Termasuk di dalamnya oat, beras merah dan hitam, jagung, gandum hitam utuh, barley, buckwheat, quinoa, dan sorgum.

Menurut Dr. Robert Brown dari NewYork-Presbyterian/Weill Cornell Medical Center, orang yang mengonsumsi biji-bijian paling banyak juga merupakan peserta penelitian paling sehat secara keseluruhan.

Orang yang makan banyak biji-bijian pun cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih rendah, melakukan lebih banyak aktivitas fisik, mengonsumsi lebih sedikit alkohol, lebih kecil kemungkinannya menjadi perokok.

Mereka juga cenderung memiliki asupan buah, sayuran, total folat, multivitamin dan vitamin diet yang lebih tinggi, tetapi lebih sedikit gemuk, dibandingkan dengan peserta yang mengonsumsi paling sedikit biji-bijian utuh.

Penelitian ini tidak cukup kuat untuk melahirkan rekomendasi baru sehubungan dengan kanker hati dan biji-bijian. Namun, makan biji-bijian utuh mungkin akan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, termasuk mengurangi risiko kanker hati.

Pada dasarnya, biji-bijian utuh adalah makanan kaya nutrisi. Di dalamnya, terdapat serat, tinggi vitamin B, termasuk niasin, tiamin dan folat, serta mengandung mineral seperti zinc, zat besi, dan magnesium, juga ada protein dan antioksidan.

Karena kaya serat, makan biji-bijian utuh akan membuat kenyang lebih lama dan menurunkan risiko obesitas. Pada akhirnya ini juga berpengaruh pada penurunan risiko diabetes tipe 2.

Makan biji-bijian utuh dapat menurunkan tekanan darah, salah satu faktor risiko paling penting untuk penyakit jantung. Asma juga menjadi salah satu kondisi peradangan yang dapat dikurangi dengan mengonsumsi biji-bijian. Bahkan, Anda bisa merasakan manfaatnya bagi kesehatan gigi dan gusi.