Saat anak mengalami sakit, tentunya mencarikan pengobatan yang terbaik menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan oleh orang tua. Untuk beberapa kondisi kesehatan tertentu yang cukup serius, beberapa tindakan medis seperti pembedahan harus dilakukan untuk kesembuhan. Untuk prosedur pembedahan yang dilakukan pada anak-anak akan sangat berbeda dengan prosedur pembedahan yang dilakukan pada orang dewasa. Maka dari itu, dokter yang menangani prosedur bedah anak pun juga akan berbeda dengan dokter bedah umum. Pada anak-anak akan ditangani oleh dokter bedah anak memiliki fokus untuk melaksanakan prosedur penanganan penyakit pada anak.

Pengertian bedah anak sendiri, yaitu kumpulan prosedur bedah yang dilakukan untuk menangani berbagai macam penyakit yang dialami oleh anak-anak, mulai dari kelainan organ dalam hingga tumor. Bedah anak merupakan sub spesialisasi kedokteran bedah umum, yaitu cabang kedokteran yang berhubungan dengan berbagai jenis tindakan bedah. Bedah anak dibagi menjadi beberapa jenis keahlian, yaitu:

  • Operasi prenatal, yaitu sebuah tindakan yang berkaitan dengan janin atau bayi yang belum lahir. Dimana beberapa kecacatan sudah bisa ditemukan melalui pemeriksaan USG maupun pemeriksaan lainnya pada masa kehamilan. Dokter spesialis bedah anak yang berfokus pada bidang ini biasanya bekerjasama dengan operator sonografi dan ahli radiologi.
  • Operasi neonatal, yaitu tindakan yang berpusat pada bayi (baik bayi yang cukup bulan maupun yang lahir prematur) yang memerlukan operasi bedah untuk memperbaiki kelainan bawaan yang bertujuan untuk mencegah bayi tumbuh tidak normal atau mungkin mengancam keselamatan jiwanya.
  • Kedokteran anak bidang onkologi, yaitu sub spesialisasi kedokteran anak yang menangani kasus yang berhubungan dengan kanker.
  • Bedah anak spesialisasi trauma dan cedera yang disebabkan oleh kecelakaan atau kekerasan.

Perlu diketahui, bedah anak hanya akan dilakukan saat anak mengalami kondisi kesehatan tertentu. Adapun kondisi yang mengharuskan anak dilakukan prosedur bedah, antara lain:

  • Penyakit jantung bawaan.

Kelainan yang terjadi pada struktur jantung sejak bayi baru lahir sehingga mengganggu fungsi jantung dan menimbulkan gejala, seperti mudah lelah, detak jantung tidak beraturan, serta rasa sakit pada dada.

  • Patent Ductus Arteriosus (PDA).

Merupakan kondisi dimana ductus arteriosus masih terbuka meskipun bayi sudah lahir. Ductus arteriosus adalah pembuluh darah yang diperlukan oleh bayi sebagai sistem pernapasan semasa dalam kandungan. Normalnya pembuluh darah ini akan menutup ketika bayi telah dilahirkan. Namun jika ductus arteriosus masih terbuka, maka bisa menyebabkan keluhan, seperti sesak napas, jantung berdetak lebih cepat, serta mudah lelah.

  • Intestinal atresia.

Merupakan cacat bawaan dimana terdapat beberapa bagian usus yang mengalami penyempitan ataupun terputus. Sehingga hal ini menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan bayi.

  • Atresia esofagus.

Merupakan kelainan sejak lahir dimana kerongkongan tidak mengalami perkembangan sebagaimana mestinya, sehingga bayi mengalami kesulitan dalam menelan dan merasa sesak napas.

  • Trakeaesofageal fistula.

Merupakan kelainan pada kerongkongan (esophagus) dan trachea.

  • Hernia diafragma.

Merupakan kelainan sejak lahir dimana terdapat celah pada diafragma yang menyebabkan organ dalam perut, seperti usus mencuat melewati diafragma dan masuk ke rongga dada.

  • Omphalocele.

Kelainan sejak lahir berupa usus atau organ tubuh lain keluar melalui lubang atau celah pada pusar.

  • Wilms tumor.

Merupakan tumor yang menyerang organ ginjal dan menimbulkan gejala, berupa demam, konstipasi, serta rasa sakit pada perut.

  • Neuroblastoma.

Merupakan kanker yang berkembang dari sel-sel saraf yang belum matang.

  • Volvulus midgut.

Kelainan berupa kondisi usus yang terpuntir atau terikat yang disebabkan karena ada kesalahan berputar saat janin berkembang dalam kandungan, sehingga membutuhkan penanganan dokter bedah anak segera. Gejala yang ditimbulkan berupa muntah-muntah dan nyeri pada perut.